Padang Mahsyar

Aku tdk tau dimana aku berada
Meski banyak manusia di sekelilingku
Namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan
Aku bertanya-tanya tempat apa ini?
Dan.....
Utk apa semua manusia dikumpulkan

Rasa takutku makin menjadi-jadi...
Takkala seseorang yg tdk kukenal menjawab
pertanyaan hatiku
"inilah yg disebut Padang Mahsyar..."
Aku menggigil...tubuhku terasa lemas...
Mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang
yg kukenal

Kusaksikan langit menghitam...
Sesaat kemudian bersinar kemilauan, dan
Terdengar suara menggema...
Aku baru sadar, inilah hari penentuan...
hari di mana semua manusia akan menerima
keputusan
akan balasan amalnya selama hidup di dunia

Aku semakin takut, aku semakin ciut...
Namun ada debar dlm dadaku mengingat amal-
amal baikku di dunia...
Aku dan semua manusia masih menunggu...
Menunggu keputusan dari yg menguasai hari
pembalasan

Tak lama kemudian terdengar lagi
suara menggema tadi yg mengatakan bahwa...
sesaat lg akan dibacakan daftar2 manusia
yg akan menemani Rasulullah Saw. di surga yg
indah

lagi2 dadaku bergetar...
aku yakin namaku termasuk dlm daftar itu,
mengingat banyaknya infak yg aku sedekahkan...
mengingat banyaknya zakat yg aku berikan...
mengingat ibadah2ku dan perbuatan baikku
lainnya

Akhirnya nama2 itu disebutkan...
dalam daftar itu, Muhammad Rasulullah tersebut
pada urutan teratas,
Sesuai janji Allah melalui Jibril bahwa:
"tidak satu pun jiwa yang masuk surga sebelum
Muhammad Saw".

Setelah itu tersebutlah para assabiqunal awwalun
Kulihat Fatimah az Zahra dgn senyum manisnya

melenggang bahagia sbg perempuan pertama
yg ke Surga,
diikuti para istri dan keluarga Rasul lainnya

Para Nabi, Rasul Allah,
para sahabat,
para syahid dan syahidah,
para sahabat muhajirin dan anshor,
para mukminin terdahulu dan
para syuhada dlm berbagai perjuangan pembela
agama Islam
mereka dgn bangga melangkah ketempat
dimana Allah akan membuka tabirnya...
yg kutau, salah satu kenikmatan yg diterima
para penghuni surga adalah melihat wajah Allah...

Sementara itu dadaku berdegup keras menunggu
giliran...
Aku terperanjat melihat anak2 yatim di sebelah
rumahku
Yg tdk pernah aku perhatikan
Anak2 yg selalu merintih kelaparan di malam hari
Sementara sering kutimbun makanan yg tak habis kumakan
di dlm kulkas berhari-hari lantas membusuk dan kemudian kubuang

Subhanallah...
Itu si parmin tukang mie dekat kantorku...?
Aku terperangah melihatnya melenggang ke surga
Parmin pernah bercerita, sebagian besar hasil
dagangannya ia
kirimkan untuk ibu dan biaya sekolah 4 adiknya,Parmin yg rajin sholat itu rela berpuasa berhari-hari
asal ibu dan adik2nya di kampung tdk kelaparan

Tiba2 orang asing di sampingku berkata lagi...
Parmin penjual mie lebih baik di mata Allah
Ia bekerja utk kabahagiaan orang lain...
Lalu ber-turut2 lewat di depan mataku, mbok
Darmi yg
kehadirannya selalu kutolak:
"maaf mbok Darmi, aku tdk doyan pecel..."
Juga pengemis yg setiap hari lewat dan
mendapatkan kata tolakkan dariku...
"maaf tdk ada uang receh..."
Orang di sebelahku menjawab kebingunganku...
"mereka ikhlas, tdk sakit hati serta tdk memendam kebencian meski kau tolak"
Kemudian si Tarman pemulung sampah itu,
Dia bahkan menghormat kpdku se-olah2
minta izin utk lebih dulu meniti jalan ke surga...
aku kebingungan, serta merta orang di sebelahku
berkata:
"Dalam pekerjaan dia berniat menyingkirkan barang-
barang yg membuat bumi ini semakin rusak,
dia hidup dari buangan2 barangmu yg
ikut andil dlm kerusakan bumi Allah".

Aku semakin penasaran, dan terus menunggu
giliranku dipanggil...
Seiring dgn itu antrian makin panjang
Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah
dan berkata:
"Ya Allah...di dunia aku banyak bersedekah, aku
melakukan ibadah,
Banyak melakukan bakti sosial, izinkan aku ke
surgaMu..."
Orang asing yg wajahnya bersinar itu berbicara
lagi:
"Ibadahmu bukan karena Allah, tapi semata utk
Kepentinganmu mendapatkan surga Allah,
Sodaqohmu sebatas utk memperjelas status
sosialmu,
Di balik bakti sosialmu tersimpan keinginan
mendapat
penghargaan dari orang lain, bahkan
ketika bumi Allah dlm kerusakan kau tdk
bergegas utk perduli..."
bergetar hatiku, menggigil tubuhku mendengarnya...

Anak2 yatim, Parmin, mbok Darmi, si
Tarman, pengemis itu
Dan masih banyak lagi orang yg sering kuanggap
tdk lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke
surga...
Padahal aku sering beranggapan surga adalah
balasan yg pantas untukku atas infak yg
kuberikan...
bakti sosial yg aku lakukan dan ibadah yg aku
kerjakan...

Ternyata aku...
tidak lebih tunduk daripada mereka,
tidak lebih ikhlas dlm beramal daripada mereka,
tidak lebih bersih hati dari mereka, sehingga aku
tidak lebih dulu ke surga dari mereka...

Komentar