Ayah...
Kuingat ketika kau menungguiku lahir
Kau mendampingi ibu dalam bertaruh nyawa
Kau seka peluh ibu
Dan kau bisikkan kata:"I Love You" di telinga ibu
Dan ketika ku lahir, kau begitu bangga menjadi
ayah untuk pertama kalinya
Kau lafazkan iqamah di telingaku
Pada saat itulah aku menjadi Islam
Karenamu, ayah...
Ayah...
masih kukenang saat ibu menyusui dan kau iri
kau ingin merasakan bagaimana rasanya
menyusuiku
Dan ketika itu Ibu mendekapku dengan hangat
Dan menjawab: "tak bisa diceritakan
kenikmatannya..."
Wajahmu meronakan iri yang luar biasa
Dan ketika ibu didera kelelahan
Dan ingin memberiku susu kaleng
Kuingat ketika kau menungguiku lahir
Kau mendampingi ibu dalam bertaruh nyawa
Kau seka peluh ibu
Dan kau bisikkan kata:"I Love You" di telinga ibu
Dan ketika ku lahir, kau begitu bangga menjadi
ayah untuk pertama kalinya
Kau lafazkan iqamah di telingaku
Pada saat itulah aku menjadi Islam
Karenamu, ayah...
Ayah...
masih kukenang saat ibu menyusui dan kau iri
kau ingin merasakan bagaimana rasanya
menyusuiku
Dan ketika itu Ibu mendekapku dengan hangat
Dan menjawab: "tak bisa diceritakan
kenikmatannya..."
Wajahmu meronakan iri yang luar biasa
Dan ketika ibu didera kelelahan
Dan ingin memberiku susu kaleng
Engkau marah, dan engkau bergumam, "andai aku
dapat menggantikan menyusuinya, mungkin istriku
tak selelah itu".
Ayah...
Tugas ibu dan ayah berbeda
Dalam hal tertentu jelas perbedaannya
Ketika ibu melahirkanku, tugas Ayah berdo'a
Dan menyemangati ibu agar memberikan ASI
selama minimal enam bulan sampai dua tahun
Ayah...
Ketika adikku lahir
Pada usiaku yang kesepuluh bulan
Aku merasakan perhatianmu padaku begitu
berlebihan
Aku tahu yang kau takutkan
Engkau khawatir aku kurang mendapatkan
perhatian
Dari siapa saja
Dengan hadirnya adikku yang montok dan lucu
Ah, ayah...
Kekhawatiranmu kadang terlalu berlebihan
Tentu saja aku bersyukur mempunyai adik hampir
sebaya denganku
Dialah kawan bersaing dalam hidupku
Ayah...
Kau tuntun aku mengarungi perjalanan hidupku
kau menjadi imam shalat dan hidupku
Kau ajar aku mengaji agar memahami firman-
firman-Nya
Dan mengerti serta mengenal Allah dan Rasulullah
Sepanjang masa kecil dan pertumbuhanku
Kini, ayah...
Aku telah baligh
Kemarin aku terpana menatap diriku di cermin
Inikah sibayi yang lucu dulu?
Inikah si bayi yang sekarang telah sempurna
menjelma perempuan
Yang rahimnya telah siap menerima tugas suci
Meneruskan kehidupan, melahirkan khalifah-
khalifah
pemakmur bumi Allah
Dan...pelan kuambil kain segi empat
Kututupkan pada aurat, rambut dan leherku
Agar terjaga martabatku
Agar sempurna kesalehanku
Agar aku luput dari siksa kubur
Agar doaku untukmu setiap malam naik ke Arsy
Allah
Dan kau dimuliakan oleh-Nya, ayah...
Di dunia dan akhirat
Karena kaulah yang pertamamenjadikanku Islam
Dengan kalimah syahadat dan iqomahmu, ketika ku
lahir dulu
Ya...kaulah yang berhak mulia di mata Allah,
ayah...
-Ratih Sanggarwati-
dapat menggantikan menyusuinya, mungkin istriku
tak selelah itu".
Ayah...
Tugas ibu dan ayah berbeda
Dalam hal tertentu jelas perbedaannya
Ketika ibu melahirkanku, tugas Ayah berdo'a
Dan menyemangati ibu agar memberikan ASI
selama minimal enam bulan sampai dua tahun
Ayah...
Ketika adikku lahir
Pada usiaku yang kesepuluh bulan
Aku merasakan perhatianmu padaku begitu
berlebihan
Aku tahu yang kau takutkan
Engkau khawatir aku kurang mendapatkan
perhatian
Dari siapa saja
Dengan hadirnya adikku yang montok dan lucu
Ah, ayah...
Kekhawatiranmu kadang terlalu berlebihan
Tentu saja aku bersyukur mempunyai adik hampir
sebaya denganku
Dialah kawan bersaing dalam hidupku
Ayah...
Kau tuntun aku mengarungi perjalanan hidupku
kau menjadi imam shalat dan hidupku
Kau ajar aku mengaji agar memahami firman-
firman-Nya
Dan mengerti serta mengenal Allah dan Rasulullah
Sepanjang masa kecil dan pertumbuhanku
Kini, ayah...
Aku telah baligh
Kemarin aku terpana menatap diriku di cermin
Inikah sibayi yang lucu dulu?
Inikah si bayi yang sekarang telah sempurna
menjelma perempuan
Yang rahimnya telah siap menerima tugas suci
Meneruskan kehidupan, melahirkan khalifah-
khalifah
pemakmur bumi Allah
Dan...pelan kuambil kain segi empat
Kututupkan pada aurat, rambut dan leherku
Agar terjaga martabatku
Agar sempurna kesalehanku
Agar aku luput dari siksa kubur
Agar doaku untukmu setiap malam naik ke Arsy
Allah
Dan kau dimuliakan oleh-Nya, ayah...
Di dunia dan akhirat
Karena kaulah yang pertamamenjadikanku Islam
Dengan kalimah syahadat dan iqomahmu, ketika ku
lahir dulu
Ya...kaulah yang berhak mulia di mata Allah,
ayah...
-Ratih Sanggarwati-
Komentar
Posting Komentar