Saat-saat Terakhir Muhammad Rasullullah

Deman itu deman yang pertama
demam yang terakhir bagi Rosul terakhir
Jam itu adalah jam-jam penghabisan bagi utusan penghabisan
Dalam demam yang mencengkeram betapa sabar
engkau terbaring di selembar tikar dalam jam-jam
yang mencekam betapa dalam lautan pasrahmu

Ada kulihat mata berisyarat adalah gerangan yang
ingin kamu pesankan dalam jam-jam penghabisan
wahai Nabi pilihan

maka kuhampirkan telingaku yang kanan
dimulutmu yang suci maka kudengar ucapmu
pelan: dibawah tikar masih tersisa sembilan dinar
tolong sedekahkan sesegera mungkin kepada fakir
miskin
Mengapa yang sembilan dinar mengapa itu benar
yang membuatmu gelisah ya Rasulullah

sebab kemana nanti kusembunyikan wajahku
dihadirat Ilahi bila aku menghadap dan Dia tahu
aku meninggalkan bumi dengan memiliki duit biar
sedikit biar Cuma sembilan dinar ke bumi aku

diutus

memberikan arah kejalan yang lurus tugasku tak
hanya menyampaikan pesan tugasku juga adalah
sebagai teladan bagi segala yang mencintai Tuhan
lebih dari sekedar dinar lebih dari segala yang lain

Miskin aku datang biarlah miskin aku pulang bersih
aku lahir biarlah bersih hingga detik terakhir

Sembilandinar pelan-pelan kuambil dari bawah
tikar
bergegas aku keluar dari kamarmu yang sempt
kamarmu yang amat sederhana
bergegas aku melangkah dari lorong-lorong sempit
di atas jalan-jalan pasir tanah Madinah
menyedekahkan dinar yang sembilan kepada orang-
orang yang sangat sayang orang-orang miskin
seperti kau orang-orang yatim seperti kau

Dan demam itu demam yang pertama demam yang
terakhir bagi Rasul terakhir
dan jam itu adalah detik penghabisan bagi
Utusan penghabisan
Muhammad
Kau tak disitu lagi ditubuh itu
tinggal senyum dibibirmu
tinggal teduh duwajahmu
Rasulullah
miskin kau datang, miskin kau pulang
bersih kau lahir, bersih hingga detik terakhir

Komentar